Bermanfaat bagi yang lainnya

Mewarisi Semangat Sunan Kalijaga

Syair kitab Al-Barzanji dilantunkan dengan indah di Masjid Kadilangu, Demak, Jawa Tengah, yang dibangun Sunan Kalijaga pada tahun 1534. Sekumpulan anak berpeci bersila melingkari meja kecil tepat di serambi masjid. Mereka menyimak nyanyian yang mengisahkan kehidupan Nabi Muhammad itu.

Di antara kalimat-kalimat dalam bahasa Arab itu, sesekali dilantunkan tembang macapat. Tembang berbahasa Jawa itu menjadi semacam terjemahan atas hikayat Nabi. Dengan menggamit tradisi masyarakat setempat, tradisi Timur Tengah itu terasa membumi.

”Kami berupaya mengajarkan Islam sekaligus melestarikan budaya Jawa seperti dilakukan Sunan Kalijaga,” kata Wiedjayanto saat ditemui di Masjid Kadilangu, Senin (23/8). Lelaki ini adalah keturunan Sunan Kalijaga generasi ke-13.

Nyanyian Barzanji yang diselingi macapat adalah warisan Sunan Kalijaga. Awalnya, metode syiar beliau dikritisi para wali yang lain. Namun, perlahan, cara dakwah ini diakui efektif.

Sunan Kalijaga yang hidup pada pertengahan abad ke-16 Masehi memang berupaya keras menyerap budaya Jawa dalam dakwahnya. Dari sembilan wali, diperkirakan hanya beliau yang kerap tak memakai jubah atau sorban. ”Baju takwa” yang dipakai Sunan ini didesain sendiri dari baju surjan alias baju tradisional Jawa.

Hingga kini, semangat akulturasi Sunan Kalijaga masih terus dikenang dan beberapa tradisi tinggalannya masih terus bertahan. Sebut saja, tabuh beduk dan shalat malam setiap pukul 24.00. Tradisi itu mempertemukan budaya tirakat malam Jawa dan ibadah shalat malam (qiyamul lail) dalam Islam.

Dalam kacamata Achmad Chodjim, penulis buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga (2004), suluk tembang Jawa hasil adopsi Sunan Kalijaga merupakan pengejawantahan dari dari makrifat. Dalam khazanah sufi, makrifat dimaknai sebagai usaha mengenal dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Persoalannya, diakui Wiedjayanto, suluk tembang Jawa seperti Lir-ilir justru tak lagi berkumandang di Kadilangu. ”Desa ini terletak dekat jalan pantai utara Jawa, yang merupakan medan ’terbuka’ pertemuan aneka budaya sehingga generasi mudanya tak berminat melestarikan suluk,” kata dia.

Sejarawan Islam sekaligus arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Masyuhdi, menyayangkan lunturnya tradisi sulukan. Pasalnya, suluk tak sekadar mencerminkan akulturasi, tetapi juga memperkuat iman kepada Allah di tengah berbagai macam tantangan hidup.

Salah satu syair tembang Lir-ilir, misalnya, berbunyi: ”Cah angon-cah angon, penekno belimbing kuwi. Lunyu-lunyu penekno, kanggo mbasuh dodot iro (anak gembala, panjatlah pohon belimbing itu. Meski licin, tetap panjatlah, untuk membasuh pakaianmu)”.

Tembang itu memanfaatkan buah belimbing dengan lima sisi, sebagai simbol lima rukun Islam: syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Lebih lanjut, tembang itu mengajarkan betapa sulitnya menunaikan semua rukun Islam.

Peneliti dari Center of Religious and Cross Cultural Studies (CRCS) asal Pati, Jawa Tengah, Munawir Aziz, mengatakan, syiar Islam Sunan Kalijaga, terutama suluk, tak sepenuhnya luntur. Di sejumlah daerah, suluk tampil dalam wajah baru berupa salawatan dan perpaduan musik Islam-Jawa.

Transformasi itu tampak dari perpaduan alat musik, seperti gamelan dan band, dan syairnya. Suluk model ini dikembangkan kelompok musik Kyai Kanjeng (Emha Ainun Nadjib), Sampak GusUran (Anis Soleh Ba’asin), dan Slamet Gundono.

”Syairnya tidak sekadar bernapas Islam, tetapi berisi kritik sosial, pesan perdamaian, serta kearifan lokal,” kata Aziz. (HENDRIYO WIDI/ HARYO DAMARDONO)

Sumber  : http://nasional.kompas.com/read/2010/09/03/03425819

Selama Puasa, Hindari Tiga Sayuran Ini


Petani sedang memanen kangkung.
 
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga tubuh tetap bugar selama berpuasa merupakan salah satu tantangan bagi seorang Muslim. Cermat memilih makanan saat santap sahur adalah cara yang tepat.

Bukan hanya makanan yang mengenyangkan tapi kandungan nutrisinya tetap terpenuhi. Salah satunya kebutuhan sayur.

Selama berpuasa Chef Billy Andrelly Kalangi menuturkan pilihan sayur dengan kandungan mineral, serat, anti oksidan dan nutrisi tinggi. Tidak sarankan, tambah Billy, untuk mengkonsumsi kol, sawi putih dan kangkung terlalu banyak.

"Kol itu banyak mengandung gas dan kangkung mengandung zat kapur yang tinggi," kata Chef yang sering wara-wiri di televisi ini.

Kandungan gas dalam kol membuat perut menjadi kembung dan menyimpan lebih banyak gas selama berpuasa. Sedangkan kandungan zat kapur pada kangkung bisa menyebabkan asam urat.

Beberapa sayuran yang disarankan chef Billy untuk dikonsumsi saat sahur misalnya brokoli dan wortel. Kedua sayuran ini bisa dikombinasikan dengan sayur yang lainnya. "Brokoli dan wortel banyak mengandung anti oksidan. Usahakan dimasak dengan cara direbus," katanya.

Pemilihan sayuran ini, menurut chef Billy, salah satu yang penting selama puasa. Karena selama ini, ungkapnya, masyarakat sekadar makan sayur dan tidak memperhatikan kandungan nutrisinya. Dikira dengan mengkonsumsi sayur kebutuhannya sudah terpenuhi.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/shaum-sehat/13/07/23/mqcept-selama-puasa-hindari-tiga-sayuran-ini

Pemerintah China Bantah Larang Umat Islam Berpuasa

Pengecualian berpuasa hanya berlaku bagi anak-anak kecil.

Dubes China Liu Jianchao membantah pemerintah China melarang umat Islam berpuasa selama bulan Ramadan.
Dubes China Liu Jianchao membantah pemerintah China melarang umat Islam berpuasa selama bulan Ramadan. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Pemerintah China membantah adanya larangan bagi umat Islam di negaranya untuk berpuasa dan beribadah di masjid selama bulan Ramadan. Mereka mengatakan, pengecualian berpuasa memang ada, namun hal itu hanya diberlakukan bagi anak-anak sekolah yang masih kecil. 

Bantahan itu disampaikan oleh Duta Besar China untuk Indonesia, Liu Jianchao, saat ditemui VIVAnews di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin malam, 22 Juli 2013. Menurut Jiu, Pemerintah China sangat melindungi konstitusi warganya untuk beragama dan beribadah. 

"Tidak benar, Pemerintah China melarang umat Muslim berpuasa. Memang ada pengecualian bagi anak-anak sekolah yang masih kecil untuk tidak berpuasa. Sehingga mereka tidak dipaksakan untuk berpuasa. Intinya, kami tidak pernah memaksakan pihak mana pun supaya membatalkan puasa mereka," ujar Liu. 

Saat ini, disebutkan oleh Liu, terdapat sekitar 23 juta umat Muslim yang sedang menjalankan puasa di bulan Ramadan. Pemerintah Negeri Tirai Bambu bahkan ikut menggelontorkan anggaran untuk membangun sekitar 30 ribu masjid yang tersebar di seluruh China. 

"Pembangunan masjid dilakukan untuk memenuhi kebutuhan beribadah bagi umat Muslim," kata Liu. 

Pernyataan itu diberikan Liu untuk menepis berita mengenai kelompok minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, China yang mengalami tekanan agar tidak menjalankan ibadah puasa. Tekanan itu mereka rasakan dari pemerintahan Partai Komunis dan direalisasikan dalam bentuk larangan memasuki masjid dan dipaksa untuk berbuka puasa di tengah hari. 

Informasi ini diperoleh dari Kongres Uighur Dunia, sebuah organisasi Uighur di pengasingan, yang mengatakan petugas pemerintah kerap masuk ke dalam rumah warga setempat sambil membawa buah-buah dan minuman di siang hari. Juru bicara kongres ini, Dilxadi Rexiti, mengatakan bahwa pemerintah China juga melarang pengajaran kitab suci Al-Quran dan mengawasi dengan ketat tempat-tempat ibadah. 

Salah satunya yang dipantau 24 jam adalah masjid di utara kota Karamay, seperti diberitakan oleh koran Karamay Daily. (art)

Sumber  : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/431201-pemerintah-china-bantah-larang-umat-islam-berpuasa?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Pendiri Halal Corner: “Banyak Makanan Berbuka Tidak Jelas Kehalalannya”


aisha

PRIHATIN dengan maraknya pemberian sedekah berupa makanan berbuka puasa yang tidak jelas kehalalannya, membuat komunitas Halal Corner berinisiatif menggelar acara bertajuk “Berbagi 1000 Ifthar Halal” di delapan wilayah di seluruh Indonesia.

Menurut penjelasan pendiri komunitas Halal Corner Aisha Maharanie, inisiatif kecil yang mereka lakukan ini tidak lain merupakan bagian dari edukasi dan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya mengkomsunsi makanan halal bagi umat Islam.

“Banyak program sedekah pada bulan Ramadhan yang biasanya memberikan makanan ifthar tapi mereka belum menyajikan atau memperhatikan makanan yang belum jelas kehalalannya,” ujar Aisha kepada Islampos.com, Ahad kemarin (21/7/2013) usai acara pembagian makanan buka puasa kepada warga di masjid jami Al-Ikhlas Pejaten Timur Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Menyitir hadits nabi yang menyatakan bahwa sedekah yang diberikan dari barang yang tidak halal maka tidak diterima sedekahnya oleh Allah, Aisha menegaskan atas alasan inilah acara komunitas Halal Corner bertajuk “Berbagi 1000 Ifthar Halal” memberikan makanan ifthar dari makanan yang jelas kehalalannya.
Namun Aisha tidak berani memvonis bahwa semua makanan yang dibagikan oleh berbagai pihak untuk berbuka puasa berasal dari makanan yang tidak halal. “Yah tidak semuanya begitu, minimal subhat lah,” ujar wanita alumni IPB yang pernah bekerja belasan tahun di BPPOM ini dan sangat memahami soal teknologi pangan.

Menanggapi fenomena acara berbuka puasa di cafe atau restoran yang belum jelas kehalalannya, Aisha menjelaskan bahwa hal itu kembali ke masalah edukasi halal kepada masyarakat. “Makan di cafe yang bagaimana dulu, bagaimana kondisi makanannya. Karena banyak di masyarakat memahami makananan tidak halal atau haram itu cuman babi, padahal banyak makanan di cafe atau restoran Cina masih bercampur dengan zat yang tidak jelas seperti ang chiu (arak Cina),” pungkas Aisha dengan logat Sundanya yang kental.[fq/islampos]


Sumber : http://islampos.com/pendiri-halal-corner-banyak-makanan-berbuka-tidak-jelas-kehalalannya-70159/

VIDEO: Seorang Polisi Pukuli Imam Masjid Saat Tarawih


Warga yang sedang melaksanakan salat menjadi geram.

Umat muslim melaksanakan salat tarawih
Umat muslim melaksanakan salat tarawih (FOTO ANTARA/Yusran Ucang)

VIVAnews - Tanpa sebab yang jelas, seorang imam masjid di Padang Sidempuan, Sumatra Utara, dianiaya seorang okum polisi saat salat tarawih. Akibatnya, sang imam masjid mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Imam Masjid Nurul Iman Muhammad Nabis Batubara (65) dianiaya Bripka Sawal Harahap (33). Imam masjid mengaku tidak pernah mengenal pelaku, apalagi memiliki masalah dengannya.

Pemukulan yang terjadi di masjid membuat warga yang sedang melaksanakan salat menjadi geram. Mengetahui aksi pemukulan yang dilakukan polisi, warga langsung melerai keduanya.
Lihat videonya di sini.

Tidak terima dengan aksi polisi tersebut, Nabis langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian setempat.

Menurut Kapolres Padang Sidempuan Ajun Komisaris Besar Budi Harianto mengatakan Sawal kini sudah ditahan dan sedang dilakukan proses penyelidikan.

Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/430807-video--seorang-polisi-pukuli-imam-masjid-saat-tarawih

Daftar Postingan Terbaru

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/