Bermanfaat bagi yang lainnya

Puasa 10 Muharram dan Hari Raya Lebaran Anak Yatim

Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 10 Muharram 1434 H dimana pada tanggal tersebut dikenal juga dengan hari ‘Asyura. Kata ‘Asyura sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya hari ke sepuluh di bulan Muharram.

  
Nabi Muhammad SAW biasa berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan umatnya untuk melakukan hal serupa, sebagiamana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang artinya : 

“Tatkala Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa alaihis salam berpuasa pada hari ini. Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. (HR. Al Bukhari)

Puasa di hari ‘Asyura ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan Nabi SAW dan telah dilakukan sejak awal kenabian. Hal ini tersirat dari hadits berikut.

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

Dan dari Aisyah radhiallahu anha, ia mengisahkan :


“Dahulu Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR. Al Bukhari No 1897)


Dengan demikian setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, maka puasa Muharram di hari ‘Asyura menjadi sunnah hukumnya. Sebelumnya Rasulullaah SAW sangat menekankan (seperti mewajibkan) agar kaum muslimin berpuasa di hari ke sepuluh bulan Muharram itu.

Dalam hadits lain Nabi SAW menekankan keutamaan puasa 'Asyura ini, yang artinya : 

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram,… [HR Muslim]



Keutamaan lain puasa ‘asyura (10 Muharram) adalah bisa menghapus dosa-dosa setahun yang telah lewat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

Dari Abu Qatadah RA, Rasululllah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau bersabda: ”Puasa itu bisa menghapuskan dosa-dosa (kecil) pada tahun sebelumnya.”(HR Muslim 2/818-819)

Pelaksanaan puasa Muharram atau ‘Asyura sebagaimana tersirat pada arti kata ‘asyura adalah pada 10 Muharram. Namun ada satu hadits yang menyatakan bahwa Nabi SAW akan melaksanakan puasa ini dimulai dari tanggal 9 Muharram untuk membedakan dengan puasa yang dilakukan orang-orang Yahudi dan Nashrani yang pada saat itu merayakan hari ‘Asyura.  Namun hal ini belum sempat dilakukan oleh Nabi SAW karena sebelum Muharram tahun berikutnya Rasululloh SAW telah wafat. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya :


“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)” [HR Muslim]


Di hadits lain dari Ibnu Abbas RA juga, Rasulullah SAW bersabda yang artinya :


“Puasalah kalian pada tanggal sembilan dan sepuluh, bedakanlah dari orang-orang Yahudi.”  (HR. Muslim).


Sebagian ulama menganjurkan agar puasa bulan Muharram ini berbeda dengan kebiasaan orang Yahudi dan Nashrani maka dilaksanakan 2 hari yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram. Dimana pada tanggal 10 Muharram merupakan kebiasaan puasa Nabi SAW sebelumnya dan tanggal 9 Muharram sebagai sebagai pembeda sesuai dengan hadits di atas.


Lalu apa kaitannya tanggal 10 Muharram dengan Hari Raya Lebaran Anak Yatim ?


Sebagian masyarakat di Indonesia menganggap bahwa tanggal 10 Muharram sebagai Hari Raya atau Lebaran anak yatim, padahal tidak ada dalil yang kuat mengenai hari raya atau lebaran yatim ini. Kalaupun benar sebagai hari raya atau lebaran anak yatim maka anak yatim yang mana, yang Islam apa yang bukan Islam, dan apa yang harus dilakukan pada hari raya tersebut.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud RA, mengisyaratkan bahwa Hari Raya umat Islam hanya ada Idul Adha dan Idul Fitri  


عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَقَالَ: مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ؟ قَالُوا: كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ الْأَضْحَى، وَيَوْمَ الْفِطْرِ "

Dari Anas, ia berkata : Rosulallah SAW datang ke Madinah dan mereka (orang-orang) menjadikan dua hari yang mana mereka suka bermain bersenang-senang), lalu Rosul bertanya : apa maksud dua hari ini ? mereka menjawab : kami biasa bermain / bersenang-senang pada dua hari ini di zaman jahiliyah, maka Rosulallah SAW bersabda : sesungguhnya Allah telah menggantikan buat kamu dengan dua hari raya yang lebih baik dari dua hari itu (dua hari raya dizaman jahiliyah) yaitu : hari raya Adha dan hari raya Fitri  (HR : Abu Daud : 1134)

Dari hadits diatas jelas bahwa hanya ada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, tidak ada Hari Raya atau Lebaran anak yatim, artinya  jika anak yatim itu beragama Islam, maka ajaklah untuk berhari raya ‘Idul Fitri dan Idul Adha.


Lalu bagaimana dengan hadits dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah pernah bersabda : 


”Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada rambut (kepala) anak yatim di hari 'Asyura, maka Allah Ta’ala mengangkat derajat orang tersebut untuk untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam 'Asyura, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat Muhammad SAW dalam keadaan kenyang semuanya.” 


Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi :

Abdullah ibn Abi Auf berkata, kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW maka datang seorang anak laki-laki, ia berkata, "saya yatim, saudari saya yatim, dan ibu saya seorang janda. Bagilah kami makanan dari rezki yang Allah berikan kepadamu seridhanya". Kemudian, Rasul mengambil 21 biji kurma dan berkata, "tujuh biji untukmu, tujuh untuk saudarimu, dan tujuh untuk ibumu". Mu'adz ibn jabal berdiri dan mengusap kepalanya dan berkata, "Allah yang menakdirkanmu menjadi yatim dan menjadikanmu pengganti bapakmu (anak itu adalah dari kaum muhajirin) maka Rasulullah SAW bersabda, "Aku melihat tindakanmu ya mua'adz, Mu'adz berkata, 'tanda sayang'. Rasul berkata, 'tidak seorangpun dari kamu yang mengurus anak yatim, kemudian baik cara mengurusnya. Kalau ia mengusap kepalanya selain Allah SWT catat baginya setiap helai rambut keburukan dan mengangkat setiap helai rambut satu derajat". (HR.Baihaqi)

Belaian rambut pada kedua hadits di atas merupakan kata majaz atau kata kiasan yang merupakan kasih sayang. Kasih sayang yang bukan hanya diwujudkan dengan belaian rambut belaka, tapi bagaimana mengurus anak yatim dengan baik yang diikuti dengan pemberian santunan untuk pendidikan, sandang, pangan dan lain sebagainya.

Pada hadits yang kedua disebutkan "mengurus anak yatim, kemudian baik cara mengurusnya" mengisyaratkan bahwa pemberian santunan bukan hanya pada tanggal 10 Muharram saja, tapi juga pada bulan-bulan lainnya.

Hadist diatas juga memberi penekanan kepada kita bahwa anak yatim merupakan prioritas juga dalam memilih penerima sedekah. Tentunya anak yatim diatas adalah anak yatim yang miskin. Karena tidak semua anak yatim itu miskin, banyak juga anak yatim yang kaya, khusus hal ini tugas kita adalah menjaga agar harta anak yatim ini tidak disalah gunakan oleh orang yang tidak berhak dan pada saatnya nanti sudah dewasa akan menjadi hak sepenuhnya dari anak yatim ini.

Begitu pentingnya mengurus anak yatim sampai begitu banyak kebaikan yang Allah janjikan untuk orang yang memperhatikan anak yatim. Sebagimana Firman Allah :

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik (membiarkan) anak yatim".
 
Bahkan, Rasulullah memberikan gambaran kedudukan kepada mereka yang menyantuni anak yatim, sebagaimana dua jari yang berdekatan.

"Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini", Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. " (HR. Bukhori). 

Masih banyak dalil keutamaan menyantuni anak yatim, namun hadits di atas, rasanya sudah cukup untuk memberikan gambaran yang nyata, bagaimana utamanya menyantuni anak yatim.

Kembali kepada penisbahan bahwa tanggal 10 Muharram sebagai lebaran anak yatim. Mungkin ada yang beranggapan bukankah baik bila dijadikan hari seperti lebaran anak yatim itu, supaya orang yang selama ini acuh tak acuh menjadi terbuka matanya dengan anak yatim.

Kalau menggunakan perasaan maka segalanya memang bisa dirasa baik atau buruknya. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa penetapan hari raya membutuhkan dalil yang kuat. Dengan menetapkan hari raya atau lebaran anak yatim seakan-akan hanya hari itu saja momen untuk menyantuni anak yatim. Padahal anak-anak yatim tidak hanya ada ketika lebaran yatim saja, mereka juga ada di hari-hari lainnya dimana mereka juga masih membutuhkan bantuan pada hari-hari lainnya tersebut.

Boleh saja memberi santunan pada 10 Muharram, tapi jangan beranggapan bahwa jika menyantuni anak yatim diluar hari lebarannya maka fahalanya akan berkurang. Sehingga keinginan memberikan santuan selain tanggal 10 Muharram juga berkurang. Padahal kenyataannya tidak demikian, karena fahala yang diperoleh ketika menyantuni anak yatim baik ketika hari yang dikatakan lebarannya maupun pada hari-hari lainnya adalah sama. Karena tidak ada dalil yang menyatakan bahwa menyantuni anak yatim pada 10 Muharram lebih besar fahalanya daripada hari lainnya.

Kesimpulannya jangan membuat statemen bahwa tanggal 10 Muharram adalah Hari Raya atau Lebaran Anak Yatim karena tidak ada dalil yang menguatkan. 

Mari kita santuni anak yatim kapan saja baik itu tanggal 10 Muharram atau tanggal-tanggal lainnya karena yang mereka butuhkan bukan hanya pada hari itu saja.

Demikianlah sedikit informasi mengenai  Puasa 10 Muharram dan Hari Raya Lebaran Anak Yatim semoga kita diberikan kemampuan untuk ikut menyantuni anak yatim dan melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Aamiin.

Sumber : http://www.infonews.web.id/2012/11/puasa-10-muharram-dan-hari-raya-lebaran.html 

Setelah Diperkosa dan Dikubur Hidup-Hidup, Gadis Muslim Ini Berhasil Selamat

Ilustrasi
Ilustrasi

dakwatuna.com – Islamabad.  Seorang gadis remaja bisa keluar dari sebuah kuburan dangkal setelah dia diperkosa dua pria dan dikubur hidup-hidup. Gadis 13 tahun itu diculik saat berjalan dari desanya di Punjab untuk mengaji dan belajar Al-quran.

Gadis malang itu kemudian diperkosa kedua pria itu di daerah terpencil. Para penyerangnya lalu mengubur dia hidup-hidup ketika mereka berpikir bahwa gadis itu telah meninggal dalam pemerkosaan tersebut.
Namun gadis itu kembali sadar dan berhasil keluar dari kuburan berlumpur itu. Ia lalu melambaikan tangan untuk meminta tolong ke seseorang yang melintas. Gadis itu dibawa ke pusat medis dan selamat dari penderitaan mengerikan.

Menurut harian New York Post, ayah gadis itu, Siddique Mughal, mengatakan kepada polisi setempat bahwa putrinya telah diculik. Namun polisi awalnya menolak untuk menyelidiki insiden tersebut.
Mereka akhirnya diperintahkan untuk menangkap tersangka penyerang gadis itu oleh Ketua Pengadilan Tinggi Lahore. Seorang hakim daerah Tek Sing Toba, di mana serangan itu terjadi, juga diminta untuk menyelidiki kasus tersebut.

Pemerkosaan terhadap anak-anak semakin meningkat di Pakistan. Menurut lembaga perlindungan anak Pakistan, Sahil, jumlah anak yang diperkosa antara tahun 2002 dan 2012 meningkat dari 668 menjadi 2.788 kasus.

Satu di antara kasus yang paling menonjol adalah yang menimpa Kainat Soomro yang diserang empat pria ketika dia baru berusia 13 tahun 2007. Tragisnya lagi, gadis itu justru disingkirkan oleh warga desanya setelah berbicara melawan para penyerangnya. Gadis itu malah dijuluki sebagai ‘kari’ atau ‘perawan hitam’.
Walau keluarganya diperintahkan untuk membunuhnya demi membebaskan mereka dari rasa malu, keluarganya tetap membelanya meskipun ada ancaman kekerasan terhadap mereka. Ayahnya dan salah seorang saudara laki-lakinya dipukuli. Seorang kakaknya laki-lakinya yang lain hilang dan kemudian ditemukan tewas.

Gadis itu berjuang untuk mendapatkan keadilan. Namun para tersangka pemerkosanya akhirnya dibebaskan. Dia mengatakan kepada pers pada awal tahun ini bahwa keluarganya telah kehilangan segalanya. (tribun/sbb/dakwatuna)

Narkoba Picu Gangguan Jiwa

Narkoba jenis sabu-sabu (ilustrasi)
Narkoba jenis sabu-sabu (ilustrasi)


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Kejiwaan dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ mengatakan penggunaan narkoba erat kaitannya dengan ancaman gangguan jiwa karena zat-zat yang terkandung di dalamnya.
"Erat sekali narkoba dengan gangguan jiwa karena efek metafetaminnya," katanya dalam diskusi yang bertajuk "Mungkinkah Rehabilitasi Pecandu Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan" di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (30/10).

Nova mengatakan, zat metafetamin biasanya ditemukan di narkoba jenis sabu yang bisa menyebabkan halusinasi dan disorientasi pancaindera. "Jangankan narkoba, obat diet pun kalau digunakan dalam jangka waktu lama akan menimbulkan halusinasi," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR itu.

Untuk itu, dia berpendapat penanganan penyalahgunaan narkotika sebaiknya direhabilitasi medis dan sosial ketimbang dihukum pidana. Namun, dia mengakui penanganan dengan rehabilitasi belum optimal diimplementasikan di Indonesia dibandingkan dengan di negara-negara lain yang sudah ada penanganan rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga saat ini terdapat empat juta korban penyalahgunaan narkoba yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 18.000 atau 0,47 persen yang mendapatkan layanan terapi dan rehabilitasi.

Dari jenis narkoba, tercatat 21 macam narkoba jenis baru yang ditemukan di laboratorium BNN yang diciptakan sindikat narkoba dan didukung oleh tenaga ahli farmasi. Bahkan, telah ditemukan sebanyak 251 narkoba jenis baru yang sengaja dibuat untuk menghindari jerat hukum yang telah diatur oleh undang-undang masing-masing negara.

Nova merujuk kepada cara penurunan permintaan narkoba di Portugal, yakni dengan tidak memutus mata rantai peredaran narkoba. "Jadi, narkoba itu bebas dijajakan di warung kopi, atau semacam warteg, tetapi masyarakatnya tidak kepingin karena psikologi masyarakat akan narkoba berbeda," katanya.

Namun, dia merasa tidak yakin jika cara tersebut sama efektif jika diterapkan di Indonesia, karena itu cara yang efektif menurut dia, yakni rehabilitasi.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/13/10/30/mvhr1r-narkoba-picu-gangguan-jiwa

Buruh Bangunan di Lombok Duduki Alquran

Alquran
Alquran


REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Agus Purnomo (25), buruh bangunan yang didakwa sengaja menduduki kitab suci Alquran di Masjid Nurul Ihzan di Lombok Barat, disidangkan di Pengadilan Negeri Mataram, NTB, Rabu (30/10).

Sidang itu dipimpin majelis hakim yang diketuai H Budi Susilo MH SH. Sepanjang sidang, Agus lebih banyak menundukkan kepala ketika mendengarkan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, B Sri Saptianingsih SH.

Dalam dakwaannya, jaksa menguraikan pada Juli 2013 sekitar pukul 23.00 WITA, terdakwa datang menghampiri dua orang rekannya M Kafi (17) dan Heri (17) yang sedang tadarusan di Masjid Nurul Ihzan di Dusun Kebon Lelede, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Selanjutnya terdakwa mengambil dua buah Alquran kemudian meletakkannya di atas lantai. Sambil mengatakan kalau kitab suci itu adalah kursi, ia pun lantas mendudukinya.

Usai menduduki Alquran selama beberapa menit, terdakwa mengambil Alquran lain, kemudian sama-sama mengaji bersama dua rekannya. "Atas perbuatannya, terdakwa melanggar pasal 177 ayat (2) KUHP, yakni menghina benda-benda untuk keperluan ibadah," kata jaksa.

Kepada jaksa, Agus berkilah saat kejadian ia sedang pusing karena banyak masalah. Ia juga mengaku sama sekali tidak bermaksud berlaku tidak sopan atau menghina Alquran. Agus juga mengaku menyesali perbuatannya.

Kafi yang dihadirkan sebagai saksi menyatakan, saat kejadian ia tidak berani menegur Agus, walau jelas-jelas dilihatnya melakukan perbuatan yang tidak sepantasnya. "Agus lebih tua dari saya, makanya saya tidak berani menegurnya. Tapi yang jelas, saya benar-benar melihat sendiri kalau Agus menduduki Alquran itu. Makanya saya memilih memberi tahu teman-teman yang lain, yaitu Mawardi dan Hulaemi, tentang perbuatan Agus," ujar Kafi dengan nada yakin.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menyatakan akan melanjutkan sidang pekan depan untuk mendengarkan pembacaan nota tuntutan hukuman.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/10/30/mvgzyq-buruh-bangunan-di-lombok-duduki-alquran

Heboh Berita Jenazah Sahabat Nabi Masih Utuh Saat Banjir Madinah

Foto surat kabar yang memberitakan jenazah Nabi utuh dalam banjir Madinah (wasukalu.com)
Dua hari terakhir, jagad dunia maya diramaikan dengan beredarnya berita banjir Madinah 2013. Yang membuat heboh, dikabarkan bahwa banjir itu cukup deras sehingga menggerus pemakaman sahabat Nabi. Sejumlah jenazah sahabat Nabi pun mengapung dan masih utuh seperti baru meninggal beberapa hari yang lalu.

Hasil penelusuran bersamadakwah, berita yang ramai disebarkan melalui media sosial itu dilansir oleh situs pro PAS Malaysia, wasukalu.com. Dalam berita yang disertai dengan foto surat kabar berbahasa Arab itu disebutkan bahwa ketika terjadi banjir di Madinah, kubur 70 orang syuhada' Perang Uhud yang dikuburkan di kawasan padang pasir timbul keluar dalam keadaan masih utuh.

Setelah banjir surut, menurut wasukalu.com, terlihat darah mengalir dari jenazah sahabat dan berbau harum. Mereka kemudian dikuburkan di tempat semula. Sayangnya, jenazah-jenazah itu tidak ditandai nama dan hanya jenazah Hamzah radhiyallalu anhu yang diketahui dari luka di dadanya dan postur badannya yang tinggi besar. Serta jenazah Abdullah bin Jahz radhiyallalu anhu yang terpotong telinga dan hidungnya.

Selain situs-situs berbahasa melayu, hingga belum ada situs berita terkemuka yang memberitakan peristiwa menakjubkan itu.

Namun, lepas dari benar atau tidaknya berita ini, sejumlah fakta sebelumnya membuktikan adanya jenazah sahabat dan syuhada' yang tetap utuh meskipun mereka telah syahid ratusan tahun yang lalu. Bahkan hingga 14 abad. Seperti yang diberitakan Fimadani, Mei lalu makam Hujr bin Adi di Suriah dibongkar rezim Syiah Bashar Asad dan ternyata jenazahnya masih utuh.

Hujr bin Adi adalah salah seorang shahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang ikut dalam Perang Al Qadisiyah di masa Khalifah Umar bin Khatthab dan berhasil menaklukkan daerah Maraj Al’ Adzra, daerah Persia. [IK/bersamadakwah]

Sumber : http://www.bersamadakwah.com/2013/10/heboh-berita-jenazah-sahabat-nabi-masih.html

Daftar Postingan Terbaru

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/