Bermanfaat bagi yang lainnya
Home » » Bahagia Saat Merayakan Idul Fitri Pasca Bulan Ramadhan

Bahagia Saat Merayakan Idul Fitri Pasca Bulan Ramadhan

Oleh: Abu Ahmad

Kirim Print

Bahagia saat merayakan idul fitri pasca bulan Ramadhan



الله أكير، الله أكير، الله أكير، لا إله إلا الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

الله كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا إله الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره المشركين

لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز حنده وهزم الأحزاب وحده

لا إله إلا الله والله أكبر ألله أكبر ولله الحمد

“Maha Besar Allah, Maha Besar Allah, Maha Besar Allah, Tiada Tuhan selain Allah, Maha Besar Allah, dan segala puji hanya milik Allah.

Maha Besar Allah dan segala puji yang banyak hanya milik Allah dan maha suci Allah di pagi dan sore hari, tiada tuhan selain Allah, kami tidak menyembah kecuali kepadanya dengan penuh keikhlasan dan ketundukan walaupun orang-orang musyrik membencinya.

Tiada tuhan selain Allah, sungguh benar janjinya, dan telah memenangkan hamba-Nya, memuliakan prajurit-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan sekejap

Tiada tuhan selain Allah dan Maha Besar Allah, Maha Besar Allah dan segala puji hanya milik Allah

Itulah penggalan takbir yang menggema di seantero dunia menandai hari kemenangan, hari berbuka dan hari berakhirnya bulan suci Ramadhan.

Takbir, tahlil dan tahmid berkumandang sejak matahari terbenam hingga terbit kembali pada esok harinya, menandai selesainya hari-hari yang penuh rahmat dan ampunan, melengkapi waktu selama sebulan penuh dengan beribadah dan bertaqarrub kepada Allah; mensyukuri atas segala nikmat yang telah Allah anugerahkan, seperti yang disebutkan dalam firman Allah:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaknya kalian menyempurnakan bilangan, dan mengagungkan Allah agar hidayah telah dianugerahkan dan agar supaya kalian bersyukur”. (Al-Baqarah:185)

Semua muslim pasti berbahagia menyambut hari idul fitri; baik laki-laki atau wanita, baik yang muda atau yang sudah lanjut usia, baik anak-anak maupun orang tua, semuanya merasakan kebahagiaan menyambut hari idul fitri. Karena pada hari ini merupakan simbol kemenangan umat Islam setelah selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa dan amalan-amalan baik lainnya; kemenangan meraih jiwa yang fitri, kemenangan meraih cinta ilahi, kemenangan meraih pahala surgawi dan kemenangan-kemenangan lainnya.

Kata idul Fitri terdiri dari dua kata, yaitu ied yang artinya hari raya, dari asal kata ‘aada-ya’udu-audatan yang artinya kembali. Sementara kata keduanya adalah fitri yang artinya berbuka, kesucian dan kebersihan jiwa. Ini karena pada hari itu seorang hamba diperbolehkan untuk makan dan haram untuk berpuasa, atau kembali kepada kesucian, dan juga karena umat Islam merayakan kebersihannya dari noda-noda dosa karena beribadah dan bortobat secara intensif selama sebulan penuh. Maka dari itu, ada yang menyebut hari idul fitri sebagai hari kemenangan karena berhasil mengalahkan hawa nafsu selama sebulan penuh.

Keutamaan idul fitri

Banyak keutamaan yang diturunkan Allah SWT pada hari idul fitri. Seperti yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda:

فإذا كانت ليلة الفطر سميت تلك الليلة الجائزة ، فإذا كان غداة الفطر يبعث الله عز وجل الملائكة فيمضون في الأرض ، فيقومون على أفواه السكك ، فينادون بصوت يسمعه جميع خلق الله تعالى إلا الجن والإنس ، يقولون : يا أمة محمد صلى الله عليه وسلم ، اخرجوا إلى رب كريم يعطي الجزيل ويغفر العظيم فإذا برزوا إلى مصلاهم يقول الله عز وجل للملائكة : يا ملائكتي ، ما جزاء الأجير إذا عمل عمله ؟ قال : تقول الملائكة : إلهنا وسيدنا ، جزاؤه أن يوفى أجره قال جل وعلا : فإني أشهدكم أني قد جعلت ثوابهم من صيامهم شهر رمضان وقيامهم رضاي ومغفرتي ويقول : يا عبادي ، سلوني ، فوعزتي وجلالي لا تسألوني اليوم شيئا في جمعكم لآخرتكم إلا أعطيتكموه ، ولا لدنياكم إلا نظرت لكم ، وعزتي لأسترن عليكم عثرتكم ما راقبتموني ، وعزتي لا أخزيكم ولا أفضحكم بين يدي أصحاب الحدود ، انصرفوا مغفورا لكم ، قد أرضيتموني ورضيت عنكم قال : فتفرح الملائكة وتستبشر بما يعطي الله هذه الأمة إذا أفطروا من شهر رمضان

“Pada malam Idul Fitri Allah membayarkan pahala orang-orang yang berpuasa Ramadhan, lalu Allah memerintahkan kepada malaikat-malaikat-Nya di pagi hari itu agar turun ke bumi, mereka berdiri di ujung-ujung jalan dan pintu-pintu masuk perkampungan seraya menyerukan kepada makhluk di bumi ini dengan suara lantang yang didengarkan oleh semua makhluk bumi kecuali manusia dan jin : wahai umat Muhammad keluarlah kepada Tuhanmu Yang Maha Besar, Menerima hal kecil, Membalas dengan kebesaran, Memaafkan dosa besar. Ketika mereka mulai berduyun-duyun ke masjid-masjid dan mendirikan shalat dan berdoa, maka Allah berkata kepada Malaikat: Wahai malaikat-Ku.. apa ganjaran pekerja setelah menunaikan pekerjaannya? malaikat berkata: Wahai Tuhanku dan pemimpinku, ganjarannya adalah memenuhi upahnya. Allah berseru kepada malaikat-Nya: “Aku bersaksi wahai malaikat-Ku bahwa Aku telah memberikan pahala puasa hamba-hamba-Ku, pahala shalat-shalat mereka. Aku limpahkan kepada mereka ridha dan ampunan-Ku. Kemudian Allah berfirman “Wahai hamba-hamba-Ku, demi keagungan dan kemuliaan-Ku, apapun yang kalian minta untuk hari akhirmu pasti akan Ku kabulkan, apapun yang kalian minta untuk dunia kalian pasti akan Ku ikutkan, Aku akan tutupi kekuranganmu sejauh engkau mengingat-Ku, keluarlah dengan ampunan dan ridha-Ku, Maka Nabi bersabda: maka para malaikat bergembira dan memberikan kabar gembira apa yang diberikan Allah pada umat ini pada saat selesai dari bulan ramadha”. (Akhbar Mekah oleh Al-Fakihi)

Adab dan etika menjelang idul fitri

Sebelum hadirnya Idul Fitri ada baiknya seseorang memperhatikan adab-adab dan etika yang diajarkan oleh Islam, sehingga pada saat yang penuh berkah dan bahagia dapat menggapai kesempurnaan rahmat Allah SWT.

Adapun adab dan etika yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Meneliti diri dan keluarga yang ada pada tanggungannya, apakah sudah menunaikan dan membayar Zakat Fitrah atau belum. Karena hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib bagi setiap jiwa yang dimulai sejak awal bulan Ramadhan dan berakhir pada saat sebelum ditunaikannya shalat ied. Seperti yang ditegaskan oleh Ibnu Abbas:

زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

“Zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari laghwu (kata-kata yang tidak bermanfaat dan rafats (ucapan kotor) dan sarana memberi makan untuk orang-orang miskin, Barangsiapa mengeluarkan Zakat Fitrah sebelum shalat Ied maka itu merupakan Zakat Fitrah yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat Ied maka itu seperti sedekah biasa” (Abud Daud).

2. Memperbanyak takbir pada malam Idul Fitri. Karena disunatkan kepada kita mengucapkan takbir dengan mengangkat suara, yang waktunya dimulai dari terbenam matahari pada malam idul fitri dan berakhir hingga imam mengangkat takbiratul ihram pada shalat ied. Allah berfirman:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaknya kalian menyempurnakan bilangan, dan mengagungkan Allah agar hidayah telah dianugerahkan dan agar supaya kalian bersyukur”. (Al-Baqarah:185)

“Dan agar kamu membesarkan Allah atas apa-apa yang telah Ia memberi petunjuk kepada kamu, dan agar kamu bersyukur (atas nikmat-nikmat yang telah diberikan”. (Al-Baqarah : 185)

3. Menghidupkan malam Idul Fitri dengan memperbanyak ibadah kepada Allah; baik dzikir, shalat atau membaca al-Qur’an, atau dengan melantunkan kalimat takbir, seperti yang disebutkan pada point kedua diatas. Dalam sebuah hadits riwayat Udah bin Shamit Rasulullah bersabda:

زينوا العيدين بالتهليل والتكبير والتحميد والتقديس
“Hiasilah dua hari ied dengan tahlil, takbir, tahmid dan taqdis”. (Ad-Dailami)
من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب
“Barang siapa menghidupkan malam fitri dan malam Adha dengan beribadah kepada Allah, niscaya hatinya tidak akan mati di hari dimana hati-hati manusia telah mati” (Thabrani).
4. Mandi, memakai wangi-wangian, memakai pakaian yang terbaik, memendekkan kuku yang panjang dan menghilangkan bau badan.
5. Bagi makmum disunnahkan agar datang ke masjid atau tempat shalat Ied dengan berjalan kaki dan berangkat pagi-pagi setelah shalat Subuh. Sedangkan bagi imam disunnahkan mengakhirkan kedatangannya ke masjid hingga menjelang shalat.
6. Disunnahkan sarapan pagi dengan bilangan kurma ganjil sebelum berangkat ke masjid untuk shalat Ied.
أَنَّهُ كَانَ يَأْكُلُ يَوْمَ عِيدِ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ
“Bahwasanya dia (Nabi saw) makan pada hari idul fitri sebelum pergi (menunaikan shalat)” (Muwattha Malik)
7. Menunjukkan rasa gembira dan bahagia kepada semua orang yang ditemui serta bersikap dermawan lebih dari hari-hari biasa.
8. Disunnahkan berangkat dan pulang dari masjid melalui jalan yang berbeda untuk syiar agama.
Menunaikan shalat Idul Fitri

- Menunaikan Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah mu’akkadah menurut Syafi’iyah dan Malikiyah. Sedangkan menurut Hambali hukumnya Fardlu Kifayah dan menurut Hanafiyah hukumnya Wajib.

- Waktu Shalat Ied adalah setelah matahari terbit setinggi tombak hingga waktu tengah hari.

Sedangkan tempat dilaksanakan shalat Ied menurut mayoritas ulama adalah di lapangan luar kota kecuali kota Mekah dimana shalat Ied lebih utama dilaksanakan di Masjidil Haram. Mayoritas ulama juga berpendapat bahwa shalat Ied di masjid dengan tanpa sebab seperti hujan, hukumnya makruh. (Sesuai hadits Abu Dawud dll.). Hanya ulama Syafi’iyah yang mengatakan bahwa shalat Ied di masjid lebih utama dalam segala kondisi, dengan alasan dan dalil bahwa masjid merupakan tempat yang lebih mulia dari tempat apapun, terkecuali bila masjid sempit sehingga tidak menampung semua jamaah, maka disunnahkan di lapangan.

Pada hari Idul Fitri ini merupakan saat yang berharga untuk mempererat tali silaturahim yang sudah terjalin dan menyambung tali silaturahim yang terputus. Saling mengunjungi saudara dan sahabat merupakan cara untuk meningkatkan tali silaturahim tersebut.

Adapun ucapan yang sering digunakan pada saat merayakan idul firit adalah

- Minal Aidin Wal Faizin. (semoga termasuk orang yang kembali –kepada fitrah- dan orang yang mendapat keberuntungan). Mohon maaf lahir batin.

- Taqabbalallahu minna waminkum, taqabbal ya karim (semoga Allah menerima segala ibadah kita dan kalian semua, terimalah yang Allah, yang Maha Pemurah). Kullu Amin wa antum bi khairin (semoga sepanjang tahun kalian kebaikan).

- Selamat hari idul fitri mohon maaf lahir dan batin.

Berbahagialah, bagi siapa yang berhasil melewati hari-hari penuh berkah hingga dapat meraih idul fitri, berbahagialah, bagi siapa yang kembali kepada fitrah setelah menggapai ampunan dan rahmat serta ridha Allah SWT.

Semoga Amal Ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah Yang Maha Agung, dan membersihkan jiwa kita yang kotor.


Sumber : http://www.al-ikhwan.net/bahagia-bersama-ramadhan-18-bahagia-saat-merayakan-idul-fitri-pasca-bulan-ramadhan-4003/

0 komentar:

Poskan Komentar

Daftar Postingan Terbaru

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/