Bermanfaat bagi yang lainnya
Home » » Hati Hati Dengan Hati…!!!

Hati Hati Dengan Hati…!!!

Hati, segumpal daging pemilik sejuta rasa, kalau kata bimbo hati adalah cermin tempat pahala dan dosa berpadu, saya punya satu hati, yang didalamnya bersemayam bahagia, bersemayam luka, bersemayam sejuta rasa, dari semua bagian tubuh saya, hatilah yang paling dominan berperan, si tuli punya hati, si buta punya hati, saya punya dan kamu punya, si baik akan berjulukan si baik hati, si jahat agar bergelar manusia tak punya hati, jadi memang hati lah yang memegang peranan penting dalam hidup setiap yang bernyawa, jadi hati-hati dengan hati.

Jika hati adalah bagian penting dari raga ini, mustinya saya merawatnya untuk tetap kelihatan cantik seperti saya merawat tubuh saya agar selalu harum, ketika saya tahu bahwa hati adalah bagian dari tubuh saya maka harusnya saya mengerti bahwa hati butuh makanan agar tetap sehat, tidak jadi hati yang mati akibat kelaparan begitu bukan? memberi makanan hati dan menyehatkan hati, selain itu hati hati dengan penyakit hati, betapa pentingnya hati.

Jika begitu pentingnya hati, saya akan belajar menata hati, merawat hati dan menjadikannya indah. Caranya De? yang pertama pasti jauhi penyakit hati, penyakit hati itu memburamkan hati, kalau hati kusam dan hitam bagaimana cahaya ALLAH bisa masuk dong kalau kaca hatinya buram :) hati yang sakit itu hati yang isinya iri, dengki, amarah, dendam, dusta dan ini semua membusukan hati, terbayang gak hati yang busuk, baunya kaya apa? gimana mau bahagia dong kalo hatinya busuk dan bau, gak ada yang mau deket sama orang yang hatinya busuk, dijamin itu, bau soalnya
"Penyakit hati ini bisa jadi justru memiliki pengaruh yang lebih destruktif dibandingkan penyakit fisik. Dan orang yang mengidap penyakit hati tidak akan pernah menggapai kebahagiaan yang hakiki. "

"Rusak hati maka rusaklah seluruh hidup, hidup dengan amarah, hidup dengan rasa sakit hati dan dendam, gak deh, gak mau.. emang  mau apa hidup dengan hati yang sakit, saya sih gak mau."

Jadi gimana dong agar hati gak sakit? atau kalaupun sudah terlanjur sakit apa dong obatnya De?
ini resep dari guru mengaji saya…
  1. Ambillah akar pohon kefakiran dan akar pohon ketawadhu’an artinya saya wajib mengosongkan hati saya dari  sombong, kerendahan hati akan menjauhkan saya dari iri dengki … tidak boleh bangga dengan apa yang saya miliki, karena semua akan punah, hanyut tanpa bekas, jadi kalau liat ada orang sombong, itu artinya hatinya udah sakit tuh orang harus di opname.
  2. Masukkan akar taubat ke dalamnya, saya dan kamu punya dosa kan? kan kita manusia tempatnya khilaf, masih berani apa gak mohon ampun setelah berbuat dosa, mau apa napas terhenti ketika belum mendapat ampunan, jadi harus buru buru taubat, setiap hari, yo beningkan hati dengan istighfar disetiap hembusan napas, bisa dong?.
  3. Masukkan semua itu ke dalam panci taqwa, ketika saya mengaku mencintai ALLAH, maka saya wajib taqwa, jauhi laranganNYA dan jalankan perintahNYA… bahagia tinggal ngikutin nih kalo dah gini, asik kan.
  4. Didihkan semua itu dengan api tafakur, lakukan di setiap tahajud, mengadulah kepada ALLAH, mintalah cintaNYA, keridhoaanNYA, mintalah semua yang ingin diminta, ALLAH maha mengabulkan doa yang mencariNYA di sepertiga malam, percaya kan kalau ALLAH tidak pernah ingkar janji, jadi tunggu apalagi? hati bening, hidup tenang dan bahagia plus semua doa akan diqobul, maha benar ALLAH dengan segala firmanNYA.
  5. Hidangkan dalam piring dzikrullah, tak ada yang mampu mengobati hati selain dzikir, ketika ada terasa iri dan amarah dihati, dzikirlah. Ketika didzalimi oleh hamba yang lain maka dzikirlah… dzikirlah disetiap helaan napas maka ALLAH yang akan menjaga hati saya agar gak sakit, terbayang gak ketika sang maha penjaga yang menjaga, setan gak akan tembus deh subhanallah.

Jadi mulai sekarang hati hati dengan hati, ketika saya tidak mampu mengisinya dengan kebaikan maka sang hati akan terisi dengan keburukan, kan gak mungkin bersemayam dalam satu hati antara kebaikan dan keburukan, kan gak mungkin kan dzikir sambil mabuk
Ibarat cermin yang sudah penuh kotoran maka jangankan untuk bercermin orang lain, untuk dirinya sendiripun tidak bisa… buram gitu.

Semoga ALLAH menyingkapkan hijab dihati, menjernihkan hati kita sehingga nyatalah ALLAH dan kita menemukan ALLAH dalam setiap apapun yang terjadi, inilah bahagia yang hakiki…

Siapa sih yang gak mau hidup bahagia, sumber bahagia dan ketidak bahagiaan itu kan hati yah? jadi hati hati menjaga hati kalau mau bahagia

Sumber : http://rinduku.wordpress.com/2010/03/25/hati-hati-dengan-hati/


Bila Hati Telah Berkarat....

Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya hati-hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dirosakkan oleh air. Seorang sahabat telah bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati itu bersinar kembali?” Maka jawab Rasulullah, “Banyakkan mengingati maut dan membaca Al Quran.”  (Riwayat Baihaqi dari Ibn Umar).

Rasulullah bersabda :
“Seseorang yang tiada mempunyai sebarang ayat (Al Quran) pun dalam hatinya adalah seumpama sebuah rumah yang kosong.”  (Riwayat At Tirmizi)

PETUNJUK RASULULLAH APABILA MERASA SUSAH DALAM URUSAN

Dalam kitab Jami’ At Turmudzi disebut hadis dari Anas ia berkata:
“Sesungguhnya apabila Rasulullah merasa susah kerana sesuatu urusan maka baginda mengucapkan: Yaa hayyu yaa qoyyum, birahmatika astaghisu..”

Ibn Abbas berkata Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa membiasakan membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya keringanan dari kesusahannya dan jalan keluar dari kesulitannya serta diberiNya rezeki dari jalan yang tak terduga.”  (Riwayat Abu Daud).

Disebutkan juga bahawa Rasulullah segera mendirikan sembahyang apabila baginda mengalami kesusahan.

BAGAIMANAKAH CARA MENGHAPUSKAN DOSA DAN MENINGKATKAN DARJAT?

Rasulullah bersabda:
“Mahukah aku tunjukkan kepadamu hal-hal di mana Allah menghapuskan dosa-dosamu serta mengangkat drarjatmu? Para sahabat menjawab: Baiklah ya Rasulullah: Sabda Rasulullah: Menyempurnakan wuduk, menghadapi segala kesusahan, memperbanyak langkah menuju ke masjid serta menantikan solat setelah solat; itulah perjuangan. Itulah perjuangan".

Sumber : http://cahayakuabadi.blogspot.com/2010/03/bila-hati-telah-berkarat.html


Menjaga Hati...

Menjaga hati. Seakan teringat akan sebuah lagu miliknya Yovie - Nuno. Sepenggal lagu bernuansakan cinta. Tapi yang ingin kutulis kali ini bukanlah soal lagu tersebut. Hanya sebuah tulisan, sebagai pengingat untuk diriku sendiri. Pengingat dikala hati ini merasa resah, sedih, kecewa, ataupun gundah gulana. Pengingat dikala aku mulai berfikiran yang tidak jelas, dan berdampak pada hati.

Tentu kita tahu bahwa yang namanya resah, kecewa, sedih itu semua merupakan perasaan hati. Sementara perasaan itu bersumber pada pikiran kita. Jika pikiran kita netral, tentu hati kita tentram. Secara otomatis pula, jika kita berfikir yang negatif? maka hati kitapun juga akan resah. Aura negatif pun melingkupi hidup kita. Kehidupan kita pun terasa tidak nyaman.

Itulah yang kurasa beberapa akhir ini. Dalam beberapa masalah, aku merasa sedih, kecewa, ataupun tidak nyaman. Tidak nyaman dengan kondisi ini. Tidak nyaman dengan pemikiran ini. Alhasil, akupun terkadang menangis sendiri. Normal? Jelaslaah.. namanya juga manusia. Namanya juga wanita, lebih menggunakan hati daripada pikiran. Tak seperti kaum adam, yang lebih bisa menggunakan rasio, bahkan terkadang menjadikan mereka terkesan cuek. Itulah kodrat kita sebagai manusia. Berbeda, namun harus pandai - pandai menyikapi perbedaan ini.

Lalu tatkala ada masalah yang membuat resah, apa yang harusnya kulakukan? terkadang itu pertanyaan yang terbesit dalam pikiranku. Mengapa ada orang yang bisa tenang dalam menghadapi badai masalah? Namun kenapa ada juga orang yang sampai bunuh diri karna tak bisa menanggulangi keresahannya? Menurutku, ya karna itu tadi. Hati dan pikiran merupakan dua hal yang saling berkaitan. Jika hati dan pikiran seimbang? maka aura positiflah yang mengalir dalam diri.

Resah? sedih? kecewa? itu semua kita rasakan, karena realita hidup yang berbeda dengan  keinginan kita. Sementara keinginan itu bersumber pada pemikiran. Resah? lebih terjadi karena kita tidak siap. Lalu muncullah pertanyaan-pertanyaan bernada *bagaimana*. Misalnya saja, bagaimana kalau nanti tidak dapat rejeki? bagaimana kalau nanti pekerjaan saya tak disukai atasan? bagaimana kalau nanti anak saya tak lulus ujian? serta pertanyaan semacam itu. Di bawah sadar, karena pertanyaan itu mengalir dalam pikiran kita, tentu akan membawa dampak pada hati. Hati kita pun menjadi tidak tenteram. Efek lainnya pun bisa berupa stres. Demikian juga dengan kesedihan ataupun kecewa. Sedih karena tak bisa sesuai dengan PEMIKIRAN kita. Terlontarlah kalimat *Mengapa*, lebih pada pertanyaan : mengapa ini terjadi, dan senada semacam itu.

Memang butuh waktu, untuk bisa menyeleraskan hati dan pikiran. Butuh tingkat keimanan juga. Libatkanlah Allah swt selalu, dalam setiap hela nafas kita. Dalam setiap langkah kaki kita. Itulah yang terkadang terlupakan. Begitu juga aku. Terkadang tidak bisa melihat kebesaran Allah swt. Terkadang melupakan kalimat innallaha ma'anna.. Sesungguhnya Allah bersama kita. Hanya saja, diri ini yang terkadang malah melupakan. Padahal jelas, Allah swt sangat mencintai kita. Selalu membersamai kita, dalam suka maupun duka.

Maafkan aku ya Rabb..karna sempat terbesit rasa khawatir dalam diri ini. Karna aku masih harus belajar lagi makna dari SABAR. Maafkan aku Ya Rabb..harusnya kan aku tak perlu khawatir..karna Engkau selalu membersamaiku. Karna Engkau sudah menggarisi juga bahwa innallaha ma'asshobirin. Sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang sabar. Bahwa Engkau juga sudah berfirman :  
"Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat. Dan sholat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."  (QS. Al- Baqarah : 45) 

"Dan karena Engkau juga telah berjanji, bahwa Inna ma'al usri yusra... Fa Inna ma'al usri usra". ( Q.S Al-Insyirah 5-6).

Semoga kami semua tatkala ada rasa khawatir? tak perlu berlama-lama dalam kondisi itu. Ataupun? bisa menikmati rasa itu, sehingga aura negatif itu bisa menjadi positif kembali. Karna tak ada yang tak mungkin, bagiMu Ya Rabb..

“Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau mudahkan dan tidak ada yang sulit jika Engkau menghendakinya kemudahan” ^^

Sumber : http://fhietrie.blogspot.com/2010/08/menjaga-hati.html


6 Hal Penyebab Penyakit Hati

Siang tadi seperti biasa bersama masyarakat aku menunaikan ibadah sholat Jum’at, alhamdulillah Ya Rabb…

Sang Khatib [sayang aku tak tahu namanya, datengnya mepet sih…] memberikan nasihat tentang kesehatan HATI. Beliau mengutip perkataan seorang ulama dari kalangan tabi’in, yakni Imam Hasan Al Basri, bahwasanya ada 6 hal yang bisa menyebabkan hati kita sakit;
  1. Bermaksiat dengan sengaja, toh nanti akan diampuni [sehingga menunda-nunda tobat]
  2. Mengkonsumsi nikmat Allah tapi tidak mensyukuri
  3. Memiliki ilmu tapi tidak diamalkan
  4. Beramal tapi tidak ikhlas
  5. Tidak ridha [atau ikhlas] dengan ketentuan Allah
  6. Tidak belajar dari kematian, sekalipun [melayat, mengantar, mensholati] menguburkan jenazah
Hati yang sehat, bersih, suci…siapa tidak mau?
Jika menggunakan teori tesis-antitesis, maka sebagian dari metode pen-sehatan hati adalah dengan membuat antitesis dari ke-6 hal diatas, yaitu;
  1. JANGAN bermaksiat dengan sengaja, jika terlanjur JANGAN menunda-nunda tobat]
  2. Mengkonsumsi nikmat Allah dan mensyukurinya
  3. Memiliki ilmu dan diamalkan
  4. Beramal dan ikhlas
  5. Ridha [atau ikhlas] dengan ketentuan Allah
  6. Belajar dari kematian, apalagi sering [melayat, mengantar, mensholati] menguburkan jenazah
Metode pen-sehatan hati yang lain bisa kita dapatkan juga dalam syair TOMBO ATI yang sering kita dengarkan lewat lantunan suara Opick atau juga di langgar-langgar/mushola diantara adzan dan iqomat.
“tombo ati iku lima ing wernane[obat hati ada 5 macam]
moco Qur’an kudu weruh ing maknane[baca Al Qur’an dengan maknanya]
kapindone sholat wengi lakonono[sholat malam lakukanlah]
kaping telu wongkang sholeh kembulana[bergaul dengan orang shaleh]
kaping pate weteng kudu ingkang luwe[perut menahan lapar/perbanyak berpuasa]
kaping lima dzakir wengi ingkang suwe[dzikir malam yang lama]”
[bahasa Pekalongan bagian Bojong]
Matur nuwun dan Jazakumullah Pak Khatib atas nasihatnya. Semoga bermanfaat dunia akhirat. aamiin
Nawir qulubana Ya Allah kal qolbi Rasulika Ya Allah
terangi hati hami Ya Allah, seperti hati Rasul Mu Ya Allah

Sumber  : http://wahyu2005.wordpress.com/2010/07/23/6-hal-penyebab-penyakit-hati/


KEUTAMAAN MENATA HATI

Jagalah hati, jangan kau kotori
Jagalah hati, lentera hidup ini
Jagalah hati, jangan kau nodai
Jagalah hati, cahaya Illahi

Bila hati kian bersih, pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh

Alhamdulillah, hari ini saya agak pagi tiba di tempat tugas, disaat sang mentari masih enggan untuk menampakkan diri ataukah karena awan yang begitu tebal menghalangi semburat cahayanya. Semerbak harum bunga sedap malam seakan masih tersisa yang tergantikan oleh wangi melati yang lagi mekar berseri yang aromanya tercium oleh siapapun yang kebetulan lewat. Sementara titik-tik embun yang bergelayutan di ujung dedaunan mulai menangkap kilatan cahaya.

Sungguh indah dan mengesankan, deretan taman bunga sepanjang koridor menuju ruangan saya memang ditata dengan sangat apik oleh Pak Rahman Tukang Kebun sekolah, jenis dan warna bunganya berkombinasi secara artistik yang memiliki warna-warni yang bervariasi sehingga kesannya begitu menyegarkan.

Rerumputan liar yang tumbuh dibawahnya senantiasa disiangi. Parasit ataupun hama yang akan merusak batang dan daunnya dimusnahkan. Tak lupa setiap hari disiraminya dengan merata, dengan air yang bersih. Tak akan dibiarkan ada dahan yang patah atau ranting yang mengering.

Mungkin kita semua sepakat, sebagaimana halnya dengan qolbu kita yang senantiasa tertata, terpelihara, serta terawat dengan sebaik-baiknya. Kita akan senantiasa merasakan lapang, tenteram, tenang, sejuk, dan indahnya hidup di dunia ini. Bila demikian halnya, maka akan tersemburat pula dalam setiap gerak-gerik kita, perilaku, tutur kata, sunggingan senyuman, tatapan mata, riak air muka, bahkan bila kita diam sekalipun.

Saya jadi teringat salah satu tausyiah dari Udztads Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), bahwa Orang yang hatinya tertata dengan baik tak pernah merasa resah gelisah, tak pernah bermuram durja, tak pernah gundah gulana.

Kemana pun pergi dan dimana pun berada, ia senantiasa mampu mengendalikan hatinya. Dirinya senantiasa berada dalam kondisi damai dan mendamaikan, tenang dan menenangkan, tenteram dan menenteramkan.

Hatinya bagai embun yang menggelayut di dedaunan di pagi hari, jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan.
Hatinya tertambat bukan kepada barang-barang yang fana, melainkan selalu ingat dan merindukan Zat yang Maha Memberi Ketenteraman, Allah Azza wa Jalla.

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk, jadi makhluk terkutuk

Bila hati kian lapang, hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit, lahir batin terasa sakit

Orang yang hatinya tertata dengan baik tak pernah merasa resah gelisah, tak pernah bermuram durja, tak pernah gundah gulana. Kemana pun pergi dan dimana pun berada, ia senantiasa mampu mengendalikan hatinya. Dirinya senantiasa berada dalam kondisi damai dan mendamaikan, tenang dan menenangkan, tenteram dan menenteramkan.
Hatinya bagai embun yang menggelayut di dedaunan di pagi hari, jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Hatinya tertambat bukan kepada barang-barang yang fana, melainkan selalu ingat dan merindukan Zat yang Maha Memberi Ketenteraman, Allah Azza wa Jalla.

Tentunya akan terjadi sebaliknya bagi orang berhati semrawut dan kusut masai. Ia bagaikan kamar mandi yang kumuh dan tidak terpelihara. Lantainya penuh dengan kotoran. Lubang WC-nya masih belepotan sisa kotoran. Dindingnya kotor dan kusam. Gayungnya bocor, kotor, dan berlendir. Pintunya tak berselot. Krannya susah diputar dan air pun sulit untuk mengalir.

Tak ada gantungan. Baunya membuat setiap orang yang menghampirinya menutup hidung. Sudah pasti setiap orang enggan memasukinya. Kalaupun ada yang sudi memasukinya, pastilah karena tak ada pilihan lain dan dalam keadaan yang sangat terdesak. Itu pun seraya menutup hidung dan menghindarkan pandangan sebisa-bisanya.

Begitu pun keadaannya dengan orang yang berhati kusam. Ia senantiasa tampak resah dan gelisah. Hatinya dikotori dengan buruk sangka, dendam kesumat, licik, tak mau kompromi, mudah tersinggung, tidak senang melihat orang lain berbahagia, kikir, dan lain-lain penyakit hati yang terus menerus menumpuk, hingga sulit untuk dihilangkan.

Sungguh, orang yang berhati busuk seperti itu akan mendapatkan kerugian yang berlipat-lipat. Tidak saja hatinya yang selalu gelisah, namun juga orang lain yang melihatnya pun akan merasa jijik dan tidak akan menaruh hormat sedikit pun jua. Ia akan dicibir dan dilecehkan orang. Ia tidak akan disukai, sehingga sangat mungkin akan tersisih dari pergaulan. Terlepas siapa orangnya.

Adakah ia orang berilmu, berharta banyak, pejabat atau siapapun; kalau berhati busuk, niscaya akan mendapat celaan dari masyarakat yang mengenalnya. Derajatnya pun mungkin akan sama atau, bahkan, lebih hina dari pada apa yang dikeluarkan dari perutnya.

Bagi orang yang demikian, selain derajat kemuliannya, akan jatuh di hadapan manusia, juga di hadapan Allah. Ini dikarenakan hari-harinya selalu diwarnai dengan aneka perbuatan yang mengundang dosa.

Allah tidak akan pernah berlaku aniaya terhadap makhluk-makhluknya. Sesungguhnyalah apa yang didapatkan seseorang itu, tidak bisa tidak, merupakan buah dari apa yang diusahakannya.

Orang yang hatinya tertata rapih adalah orang yang telah berhasil merintis jalan ke arah kebaikan. Ia tidak akan tergoyahkan dengan aneka rayuan dunia yang tampak menggiurkan. Ia akan melangkah pada jalan yang lurus. Dititinya tahapan kebaikan itu hingga mencapai titik puncak.

Sementara itu ia akan berusaha sekuat-kuatnya untuk berusaha sekuat-kuatnya untuk memelihara dirinya dari sikap riya, ujub, dan perilaku rendah lainnya. Oleh karenanya, surga sebaik-baiknya tempat kembali, tentulah telah disediakan bagi kepulangannya ke yaumil akhir kelak. Bahkan ketika hidup di dunia yang singkat ini pun ia akan menikmati buah dari segala amal baiknya.

Dengan demikian, sungguh betapa beruntungnya orang yang senantiasa bersungguh-sungguh menata hatinya karena berarti ia telah menabung aneka kebaikan yang akan segera dipetik hasilnya dunia akhirat. Sebaliknya alangkah malangnya orang yang selama hidupnya lalai dan membiarkan hatinya kusut masai dan kotor. Karena, jangankan akhirat kelak, bahkan ketika hidup di dunia pun nyaris tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup tenteram, nyaman, dan lapang.

Mari sahabat, kita senantiasa melatih diri untuk menyingkirkan segala penyebab yang potensial bisa menimbulkan ketidaknyamanan di dalam hati ini. Karena, dengan hati yang nyaman, indah, dan lapang, niscaya akan membuat hidup ini terasa damai.

Beragamnya masalah yang berseliweran,…. semoga saja tidak akan pernah membuat kita terjebak dalam kesulitan hidup karena kita selalu mampu menemukan jalan keluar terbaik, dengan izin Allah. Insya Allah!

Sumber : http://setiawantara.wordpress.com/2010/03/10/keutamaan-menata-hati-2/


Wallahu a'lam...
Semoga bermanfaat
Silahkan CHOPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat...

Lampirkan sumbernya ya... Syukron

0 komentar:

Poskan Komentar

Daftar Postingan Terbaru

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/